Sempat terlintas di pikiranku, sebelum aku belum mengenal bermasyarakat. Hidup ini, ya milikku, semua yang akan kulakukan adalah hak dan pilihanku, tidak ada seorang pun yang boleh ikut campur... Pandangan ini menghinggapi diriku hingga aku duduk di bangku SMA, di masa-masa awal.
Aku pernah berpikir, aku hidup cukup diriku dan Tuhan yang tahu, orang lain, tak perlu ikut campur. Bahkan, aku lebih suka sendiri. Aku punya pandangan, "lebih baik hidup sendiri daripada aku harus bergaul atau ikut-ikutan taman-temanku yang belum jelas arahnya". Ya...seperti itulah yang aku pikirkan
Namun, semua kini kian berubah....aku memang lebih suka melakukan sendiri, aku tidak suka ikut-ikutan orang lain begitu saja, semuanya harus penuh pertimbangan.
Yang lebih penting, aku sadar, kita hidup untuk saling melengkapi, untuk saling berbagi. Sudah sepantasnya saling membantu dan memperhatikan.
Manusia yang hakekatnya sebagai makhluk sosial harus saling melengkapi dan bukan saling menyakiti. Teman, sahabat, kekasih, adalah segalanya. Tempat kita berbagi, mencurahkan isi hati, bertukar pikiran. Merekalah yang ada untuk kita dalam mewarnai hidup, membuat goresan di kanvas Yang Maha Kuasa ini.
Sadarilah kawan...kita diciptakan saling berdampingan, saling membantu, dan menolong. Teman lebih berharga dari harta apapun. Karena merekalah...harta kita, yang tiada ternilai harganya....
My Friends...espesially for my Honey...thanks for everything....
mawar mengajarkan kita banyak hal, mawar memberi kita pelajaran akan kehidupan ini, yang tiada pernah sempurna dan takkan kekal adanya. segala rasa yang timbul dari hati kita, dari pikiran kita, dan diri kita pun, akan seperi mawar.
mawar, sebuah bunga elok, indah menawan...dapat membuat setiap orang ingin memetik dan memilikinya, tapi akan ada saatnya dia gugur, ada saatnya dia akan mati, dan akan tiba pula saatnya ia lenyap dari kehiudpan. meski tanpa suara sesungguhnya ia ingin berkata kepada kita, tidaklah ada sesuatu yang abadi, tidak akan ada sesuatu yang kekal, bahkan apa yang terlihat indah sekarang, ada kalanya menjadi sesuatu yang dibuang, tiada berarti.
satu hal yang pasti, mawar mengajarkan kita, bahwa janganlah menjadi manusia yang lemah , jangan jadi manusia yang mudah terbawa oleh perasaan, janganlah jadi manusia yang suka akan kesenangan dan keindahan sesaat. karena itu akan memberikan kita suatu kehampaan yang sangat pedih, menimbulkan sebuah luka yang sangat dalam.
mawar juga bunga cinta, jika tiada suatu rasa yang benar-benar bertekad untuk mempertahankan cinta, cinta antara kita kan binasa. segala cerita yang telah tergores bersama kan terhapus begitu mudahnya, saat kita hanya menyukai segala sesuatunya hanya dari luar, hanya dari keindahan sesaat, maka kehancuranlah yang menanti.
cinta adalah suatu nikmat dari-Nya yang harus kita jaga, sedih dan senang berawal darinya. karena cinta adalah warna dunia.
sebenarnya dunia ini tempat untuk kita saling kenal, saling memberi, saling berdoa, saling mendampingi pula....
aku ada di sini bukan untuk bermain-main, aku ada untuk memberi warna pada dunia, aku hanya setitik tinta yang mencoba menyebar pada kain kain putih ini.
dengan segala darimu, aku di sini, dengan segala untukmu, aku di sini.....